Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 Tumbuh 4,4 Persen

Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

 

Tahun lalu, Indonesia melaju mulus di tengah bayang-bayang resesi perekonomian global. Sepanjang 2009, perekonomian nasional diproyeksi tumbuh 4,3 – 4,4 persen.

Hasil perhitungan final realisasi APBN-P 2009 menunjukkan, dengan didukung realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai triwulan III yang tumbuh 4,2 persen dan prediksi pencapaian pertumbuhan yang lebih tinggi di Triwulan IV, yakni sekitar 5,2 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tahun 2009 diperkirakan mencapai 4,3 – 4,4 persen. Itu berarti masih dalam range target APBN-P 2009 yang sebesar 4,3 persen.

Tingkat inflasi pada 2009 memang tergolong landai. Bahkan hitungan Departemen Keuangan menunjukkan angka sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dari angka yang dipatok dalam APBN-P 2009 sebesar 4,5 persen. ”Tingkat inflasi ini merupakan pencapaian terbaik dalam 10 tahun terakhir,” sebut Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z. Soeratin dalam keterangan pers hasil penghitungan realisasi APBN. Sejalan dengan rendahnya tingkat inflasi, suku bunga SBI-3 bulan diupayakan Bank Indonesia terus menurun, sehingga realisasinya mencapai rata-rata 7,6 persen.

Selama 2009, nilai tukar Rupiah juga mengalami kecenderungan yang menguat, sehingga pada akhir tahun bertengger di posisi Rp 9.403 per USD, atau mencapai rata-rata Rp 10.408 per USD sepanjang 2009. Penguatan Rupiah itu didukung tingginya cadangan devisa yang mencapai USD 65,84 miliar per November 2009.

 

 

Artikel

Artikel Koperasi

Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki cantolan konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah Koperasi.

 

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Ia mendirikan Koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. R. Aria Wiriatmadja atau Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu pengembangannya oleh pejabat Belanda dan akhirnya menjadi program resmi pemerintah.

 

Koperasi yang selama ini diidentikkan dengan hal-hal yang kecil, pinggiran dan akhirnya menyebabkan fungsinya tidak berjalan optimal. Memang pertumbuhan Koperasi cukup fantastis, di mana di akhir tahun 1999 hanya berjumlah 52.000-an, maka di akhir tahun 2000 sudah mencapai hampir 90.000-an dan di tahun 2007 ini terdapat  Koperasi di Indonesia.

sekretaris pria

Dalam era globalisasi, fungsi dan peranan sekretaris semakin dibutuhkan oleh para manajer. Para manajer dalam memanfaatkan waktunya lebih berkonsentrasi pada tugas managerialnya yang penuh tantangan itu dan segala pekerjaan staf didelegasikan kepada sekretarisnya. Sebagai konsekuensi logis sekretaris pun akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

menurut saya sekretaris pria maupun wanita sama saja, tapi di lihat dari cara pengalaman dia bekerja bagaimana jika baik, perusahaan akan merekrutnya. mungkin sekretaris pria lebih aman untyk di ajak meeting ke luar kota sehingga para istri pimpinan tidak berfikir negatif.

selain itu sekretaris juga mempunyai beberapa kriteria, sbb:
1. Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
2. Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
3. Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
4. Terampil dalam mengelola kantor
5. Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
6. Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional

sekertaris.

Era globalisasi informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi menuntut orang – orang yang menggeluti profesi sekretaris untuk selalu menyesuaikan diri dan memperlebar wawasan. Tingkat kompetensi sekretaris yang kini dimiliki perlu ditingkatkan sehingga terjadi dalam rangka bersaing dengan tenaga- tenaga sekretaris yang tidak mustahil akan didatangkan dari luar.Oleh investor asing yang mempunyai kesempatan untuk berbisnis di Indonesia, dengan kata lain terbentang persaingan yang tajam.
Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi sekretaris kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensinya dengan cara :
1. Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
2. Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
3. Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
4. Terampil dalam mengelola kantor
5. Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
6. Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional

Menurut saya sekretaris pria maupun wanita sama saja, yang penting di nilia dari pengalaman bekerjanya.

Ujian Nasional

Ujian Nasional (UN): Antara Manfaat & Dampak Negatifnya

Sudah berakhir penantian para siswa SMA dan SMP sederajat akan hasil Ujian Nasional (UN) 2008. Ada yang bahagia karena berhasil lulus dan ada sekelompok kecil yang bersedih karena tidak berhasil lulus. Yang lulus belum berarti mereka lebih pintar daripada yang tidak lulus dan begitu pula sebaliknya yang tidak lulus tidak mengindikasikan bahwa mereka lebih bodoh.

Ujian yang mengandalkan sistem pilihan ganda sangat memungkinkan segala sesuatunya terjadi. Ada unsur spekulasi dan untung-untungan di dalam menjawab soal-soal ujian. Kreatifitas para siswa tidak muncul. Kecurangan juga sangat dimungkinkan terjadi karena jawaban-jawaban hanya disimbolkan dengan alfabet seperti “A”, “B”, “C”, “D’ dan “E”. Dengan bantuan teknologi jawaban-jawaban dapat ditransferkan oleh seseorang dengan cepat kepada para siswa yang sedang mengikuti ujian. Sebagai bukutinya kita membaca di surat kabar dan menonton di televisi bahwa ada siswa yang menangis tidak lulus karena mencontek kunci jawaban yang salah. Suatu ironi menangisi ’kebodohan’ mental.

Memang tidak selalu hal-hal negatif yang mewarnai Ujian Nasional. Pemerintah sendiri mengklaim bahwa dengan sistem UN seperti saat ini para siswa menjadi lebih rajin belajar. Pada satu sisi pernyataan pemerintah ini benar. Sebagian dari siswa menjadi lebih rajin dalam belajar atau mungkin ‘belajar’? Mengapa ‘belajar’? Ini diakibatkan belajar dipersempit maknanya hanya dengan membahas soal-soal. Padahal belajar lebih dari itu. Belajar merupakan proses panjang yang diakhiri dengan evaluasi dan bukan hanya mempelajari soal-soal ujian.

Satu hal lagi yang yang dilupakan oleh pemerintah adalah bahwa tidak SEMUA siswa menjadi lebih rajin dalam mempersiapkan menghadapi Ujian Nasional (UN). Pemerintah mungkin lupa akan adanya kecerdasan majemuk dan sifat para siswa yang memang sangat beragam. Coba saja tanyakan pada para psikolog, setiap siswa memerlukan perlakuan yang berbeda termasuk dalam hal cara belajar. Ada siswa yang ’diancam’ akan lebih giat dan rajin belajar, tetapi tidak semua menjadi lebih rajin hanya dengan ancaman. Ada yang perlu penyadaran agar lebih rajin. Singkat kata tidak mungkin membuat siswa siswi kita yang jumlahnya ribuan tersebut dengan satu sistem dan metode saja walaupun metode tersebut nampaknya berhasil. Oleh karena itu pemerintah untuk lebih instrospeksi diri dan melihat dampak negatifnya yang sudah banyak terbukti dan bukan hanya mempertahankan argumen manfaatnya saja

 

perkembangan dunia perkantoran

Dunia perkantoran merupakan salah satu sistem yang memerlukan fasilitas dari perkembangan teknologi untuk mempermudah sistem kerja. Kantor virtual merupakan sebuah bentuk aplikasi layanan dalam dunia perkantoran khususnya dalam hal sharing file (berbagi data), informasi, dan sebagainya dalam format virtual serta dapat bekerja secara online. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah aplikasi kantor virtual bebasis web yang berisi layanan-layanan yang dapat digunakan untuk mendukung dan meningkatkan kinerja dari dunia perkantoran. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun tugas akhir ini adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah melakukan analisis kebutuhan terhadap layanan apa saja yang dapat meningkatkan kinerja dalam dunia perkantoran. Langkah kedua adalah melakukan perancangan untuk mewujudkan layanan tersebut. Langkah ketiga adalah membuat perangkat-lunak yang berupa aplikasi yang telah dirancang. Langkah terakhir adalah melakukan pengujian terhadap aplikasi tersebut. Aplikasi dibuat menggunakan Web 2.0, berisi beberapa komponen yang sering digunakan dalam dunia perkantoran, seperti sharing file, mail, artikel/berita, dan chatting. Pengujian aplikasi dilakukan dengan metode kotak hitam (black box). Berdasarkan dari hasil pengujian dengan metode tersebut, kemampuan aplikasi yang dibuat menunjukkan hasil yang baik dan stabil. Sebagai contoh, dengan adanya fasilitas pesan baik pribadi maupun umum, masing-masing pengguna aplikasi dapat saling memberitahu untuk mengerjakan tugas tertentu yang dapat diambil dari folder tertentu, dimana sebelumnya telah dibagi-pakai kepada sesama pengguna, atau untuk mengumpulkan dokumen ke dalam suatu folder tertentu yang pegguna lainnya telah diizinkan untuk mengubah isi folder tersebut. Dengan demikian aplikasi ini siap diimplementasikan di dunia perkantoran, sebagai media yang mendukung dalam melakukan pekerjaan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.